when the time passed away…






         … ketika semua tercurah pada sebuah tulisan

February 11, 2009

The Calling: An Architech is a Tentmaker(?)

Filed under: refleksi — bennyrossa @ 12:22 pm
Tags: , ,

Sekarang aku sudah memasuki dunia yang baru. Dunia yang belum pernah ku alami setiap kali aku mengalami kelulusan. Dunia kerja. Sudah seharusnya aku bekerja setelah sekian lama belajar, sejak usia 4 tahun sampai 24 tahun. Sepertiga dari usiaku sudah kuhabiskan untuk menempuh pendidikan formal. Tapi, aku ga tau mau ke mana aku setelah aku lulus ini. Bekerja di dunia sekuler atau sebagai full timer, aku belum mendapat kepastian. Sulit untuk memutuskan mana yang akan kupilih. Jika aku bekerja di dunia sekuler, sebagai arsitek misalnya, aku akan menghabiskan sebagian waktuku untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Walaupun itu akan mendapat hasil yang setimpal, uang banyak. Tapi, jika aku memutuskan untuk menjadi full timer untuk melayani Tuhan, banyak orang yang akan menganggap semua yang telah aku lakukan ini sia-sia. Terlebih orang tuaku. Kalo akhirnya cuma mau jadi pendeta/penginjil, kenapa dulu masuk arsitektur? Sudah berapa banyak uang keluar dari pendaftaran masuk, biaya kuliah dll, sampai biaya wisuda.

Memang, sudah sejak SMP dulu aku punya terpanggil untuk jadi Pastor. Aku hampir melanjutkan ke seminari ketika aku lulus SMP, tapi ga jadi karena menurut orang tuaku aku ga akan bisa tinggal jauh dari mereka. Aku pun melanjutkan sekolah di kota yang sama di mana aku tumbuh. Begitu juga ketika lulus SMA, aku ga boleh kuliah di luar kota. Begitulah kehidupanku yang selalu berada di kota ini.

Namun aku kembali diingatkan akan kerinduanku untuk mewartakan Kabar Sukacita. Walaupun sudah ga mungkin lagi untuk menjadi Pastor, tapi aku dibukakan sesuatu hal yang menurutku baru, yaitu tentmaker. Aku sempat berpikir, apa sih hubungannya tentmaker dengan arsitek? Masa sudah lulus kuliah di arsitektur cuma mau jadi tukang kemah/pembuat tenda? Tapi apa yang kupikirkan ternyata berbeda dengan yang Tuhan mau.

Istilah “tentmaker” sebenarnya muncul dari kehidupan St. Paulus. Ia terkadang membuat kemah untuk mencukupi kebutuhan selama ia mewartakan Injil. Walaupun St. Paulus diurapi dan diutus untuk mewartakan Injil, ia tidak dibiayai oleh gereja/lembaga di dalam pelayanannya. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya ia bekerja. “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.” (1 Tes. 2:9). Dalam perkembangannya, istilah “tentmaker” diterapkan pada misionaris yang bertugas ganda (bivocational). Namun hal ini terkesan bahwa pekerjaan yang disandangnya hanya sebagai kedok untuk menyembunyikan jatidiri sebagai misionaris dari orang-orang di sekitarnya. Perkembangan selanjutnya, istilah “tentmaker” diartikan sebagai “professional missionaries” yang memenuhi dua panggilan, yaitu sebagai profesional sekaligus sebagai misionaris. Atau istilah lainnya “bussionaries”, kombinasi kata bisnis dan misionari. Setiap bidang pekerjaan dapat menjadi peluang “Misi Tentmaker”. Dalam pelayanan “tentmaker” tidak perlu terjadi dikotomi. Maksudnya bukan menjadi pengusaha di saat bekerja dan menjadi pelayan firman pada hari Minggu, tapi bekerja sebagai pengusaha yang menghadirkan Injil.

Memang seharusnya seorang “tentmaker” memandang pekerjaannya bukan sebagai tanda status atau suatu jalan menuju sukses (dalam hal duniawi), tapi sebagai sebuah kunci untuk membuka pintu ke sebuah negri yang tertutup bagi pendekatan-pendekatan misioner tradisional. Akan lebih mudah seorang dokter yang menginjil kepada setiap pasien yang datang ketika berobat, daripada seorang misioner yang menginjil di daerah terpencil/daerah yang belum mengenal Kristus. Akan lebih diterima oleh orang banyak ketika kita datang sebagai orang yang memiliki identitas pekerjaan daripada orang yang memiliki identitas penginjil. Maksudnya, orang akan lebih menerima kita sebagai seorang manajer perusahaan atau seorang pedagang untuk membuat relasi dengan kita. Dan setelah relasi itu terjalin dan adanya kepercayaan dan keterbukaan, kita dapat menghadirkan Injil dari hubungan tersebut. Yang diperlukan dunia saat ini adalah orang-orang percaya yang bersedia mencari suatu pekerjaan khusus atau menggunakan ketrampilan yang ada supaya dapat menjangkau orang dengan Injil. Pastinya pekerjaan itu berhubungan dengan banyak orang dan “terpandang”. Walaupun pekerjaan itu berhubungan dengan banyak orang, seperti tukang bakso/tukang ojek, orang tidak akan percaya dengan apa yang kita sampaikan karena banyak orang menganggap orang-orang yang bekerja sebagai tukang bakso/tukang ojek tidak cukup terpandang. Tentu saja sangat sulit seseorang dapat menerima apa yang akan disampaikan (dalam hal ini Injil). Bidang kerja yang lain juga bisa menjadikan Injil sebuah peristiwa dan pengalaman “Kabar Baik” bagi penerimanya. Itulah yang menjadi inti “Misi Tentmaker”.

Inilah yang kudapat di saat akhir masa studiku di kampus dan ketika aku akan masuk ke dalam dunia pekerjaan. Sebagai orang yang bekerja di dunia sekuler pun kita tetap dapat mengabarkan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.

February 5, 2009

KU TAK SUKA KISAH INI

Filed under: LUV — bennyrossa @ 10:41 am
Tags: , ,

dimana kau selama ini
bidadari yang ku nanti
kenapa baru sekarang
kita dipertemukan

sesal takkan ada arti
karna semua tlah terjadi
kini kau tlah menjalani, du du du du du
sisa hidup dengannya

reff:
mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu sepenuh hati
maafkan aku

kesalahanku melewatkanmu
hingga kau kini dengan yang lain
maafkan aku

jika terulang kembali
kau tak akan terlewati
segenap hati ku cari, du du du du du
dimana kau berada

repeat reff

walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu, mendengarmu
kau lah yang terhebat

SO7 yang terlewatkan

Aku Benny. Karena lagu itu aku jadi teringat ketika aq lulus SD. Hiks… sebenarnya bukan karena kelulusannya, tapi karena seseorang yang hilang setelah aku lulus.

Selama TK-SD aku ikut antar-jemput setiap berangkat dan pulang sekolah. Ini karena orang tuaku terlalu protektif dalam menjagaku. Tapi karena aku ikut antar-jemput, aku jadi kenal dengan teman-teman dari kelas lain yang rumahnya di sekitar Sampangan, tempat tinggalku. Kebanyakan yang ikut antar-jemput itu anak cewek. Bisa ditebak, aku punya perasaan suka sama seorang cewek berambut panjang itu. Namanya Jatty.

Jatty bukan teman sekelasku. Selama di SD, dia kelas C sedangkan aku kelas B. Jadi kami hanya bisa bertemu saat pulang sekolah, saat ekskul, saat di antar-jemput. Ketika di mobil antar-jemput Jatty selalu duduk di hadapanku. Jadi setiap saat selama perjalanan pulang aku selalu melihat dia, bla… bla… bla… Seneng seeh walau cuma sebentar ngobrol sama dia. Soalnya dia yang paling awal turun dari mobil antar-jemput karena rumahnya paling dekat dari skul.

Tapi ternyata rasa itu tak terungkap. Setelah lulus SD awal Juni 2007, gossipnya Jatty pindah ke luar kota, ke Bandung. Sedangkan aku tetap di Semarang. Sejak dari TK-SD-SMP-SMA, sampai kuliah aq di Semarang. Aku ga boleh sekolah/kuliah di luar kota. Katanya seeh ortuku ga percaya kalau aku akan bisa hidup jauh dari mereka. Jadi seumur hidup aku ada di Semarang. Bosen? Pasti donk. Siapa seeh yang ga ngerasa bosen seumur hidup tinggal di kota kelahirannya.

Singkat cerita, sejak kelas 3 SMA aku sering maen internet. Bikin akun di banyak situs pertemanan. Salah satunya ya FS ini. Suatu saat aku iseng mencari nama temen-temen lama. Aku selalu ingat nama lengkap temen-temen lamaku apalagi temen SD, coz aku tiap hari selalu dengerin guru waktu nge-absen murid-muridnya. Biarpun di FS banyak yang ga pake nama asli/nama lengkapnya, aku nemuin banyak temen SD-SMP. Salah satunya Jatty. Namanya tertulis lengkap di FS: Geneveva Jatty Puspaningtyas. Geneveva nama baptisnya, kalo Puspaningtyas nama belakangnya. Aku ingat karena nama belakangnya sama persis dengan nama adekku, Angelina Rosita Puspaningtyas.

Aku seneng banget bisa nemuin dia. Tapi setelah lama aku add FSnya, baru akhir-akhir ini, saat aku udah hampir lulus kuliah akhirnya diapprove sama dia. Aku sering kasi komen ke Jatty tapi ga pernah dibales. Mungkin karena dia jarang nge-net. Akupun ninggalin nopeku di komennya. Suatu hari, akhir tahun 2008 (setelah 11 tahun 6 bulan) dia sms aku. Aku seneng banget. Kamipun sering telpon/smsan, ga jarang sms mesra dengan panggilan sayang/cinta. Ternyata dia ada di Semarang ketika dia kuliah. Dia kuliah di PTN nomer 1 sedangkan aku di PTS no 1 juga. Memang seeh, saat itu aku baru sibuk dengan PAA(tugas akhir)ku, tapi aku selalu luangin waktubuat dia. Aku pun ragu ketika liat Fsnya statusnya menikah. Masa seeh dia udah kawin??? Padahal umurnya baru sekitar 22.

Suatu siang di hari Sabtu 10 Januari 2009 dia berencana pulang ke Semarang. Coz saat itu dia baru “KKN” di daerah Jepara. Akupun berinisiatif ngajak ketemuan. Akhirnya malam minggu kami ketemu. Aku diminta dia untuk jemput di kosan temennya di daerah Gergaji. Setelah cari alamatnya kamipun cari tempat untuk makan malam. Kami makan malam di suatu café di daerah Tembalang. Tempatnya cukup romantis, dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, udara yang dingin dan lembab (abis ujan soalnya). Ternyata ga banyak yang beda dari diri Jatty, hanya saja rambutnya sekarang pendek.

Dari pertemuan yang sangat singkat itu kami banyak bercerita tentang pengalaman yang akhir-akhir ini terjadi pada diri kami masing-masing. Dia juga cerita klo dia udah nikah, udah punya anak yang sekarang usia balita. Seperti tebakanku, dia nikah karena dia hamil duluan dengan seseorang yang usianya 1 ½ kali dari umurnya. Aku sangat menyesali hal itu. Aku juga nyesel, knapa aku gak ungkapin perasaanku sebelum berpisah (walopun mungkin kedengerannya aneh, cinta minyet). Yang paling aku sesali knapa aku cuma cari dia lewat FS aja, ga coba datangi rumahnya yang dulu ditinggalinya selama SD, karena sekarang dia masih tinggal di tempat yang sama seperti saat masih SD dulu.

Pernah terpikir untuk membuat hubungan perkawinan dia dan suaminya berakhir. Tapi masa aku harus bunuh suaminya??? Karena pernikahan mereka secara katolik, dan di dalam pernikahan katolik ga ada kata cerai. Hanya Tuhan yang bisa menceraikan dengan cara memanggil salah satu dari mereka dalam suatu kematian. Selama 1 minggu setelah pertemuan itu hubungan kami makin mesra, walau hanya di sms/telpon aja. Kalian tau donk, klo cewek tuh emang seneng diperhatiin. Apalagi dia baru KKN, jauh dari keluarga. Malam minggu berikutnya kami nge-date lagi. Kali ini ketemuannya lebih lama. Dari siang menjelang sore kami udah nonton di E-Plaza, nonton “Perempuan Berkalung Sorban”. Di film itu ada adegan dimana ketika seorang istri berzinah dengan pria yang bukan muhrimnya maka dia akan diceraikan oleh suaminya dan mereka dirajam sebagai hukumannya. Ngeri… warisan peraturan sejak zaman nabi-nabi masih diberlakukan di zaman sekarang dalam film itu.

Setelah selesai kami mencari tempat makan, sekalian ngobrol. Coz selama nonton kami ga banyak ngobrol. Hanya sesekali aja, itupun cuma ngomentari film. Akhirnya kami makan di daerah Pleburan. Di tempat itulah kami banyak berbicara, dari hati ke hati. Sampai pada suatu saat obrolan kami menyentuh permasalahan pokok, yaitu hubungan seperti ini (ketemuan tanpa izin dari suami dan bisa dibilang perselingkuhan) mau diterusin atau cukup sampai malam ini aja.

Bagiku hal ini sangat berat. Aku ga rela kalo harus berakhir seperti ini. Tapi aku sadar, hubungan ini sangat terlarang. Tapi ma gimana lagi… dia udah ada yang punya, bukan pacar lagi, tapi suami. Ga mungkin aku tega ngerusak rumah tangga orang yang aku sayangi. Apalagi dia sudah punya anak, hasil dari cinta Jatty dengan pacarnya dulu, yang sekarang jadi suaminya.

Ketika kami akan meninggalkan café tempat kami makan, Jatty bilang padaku kalo lebih baik kita cukup berteman aja. Dia juga bilang kalo aku ga usah terlalu berharap lagi karena dia sudah bersuami dan dia juga ga akan memberi harapan lagi seperti yang lalu-lalu.

Perlu kalian tau, pada pertemuan yang pertemuan yang pertama aku nganterin dia pulang cuma sampai di depan gang aja. Tapi kali ini aku minta kalo aku mau nganterin dia sampai depan rumah dan kalo boleh aku minta dikenalin sama suami dan anaknya. Diapun mengiyakan permintaanku.

Sampai di rumahnya, aku dipersilakan masuk dan dikenalkan dengan suaminya. Aku dikenalkan sebagai teman lama.Memang saat itu udah larut, tapi kami masih melanjutkan pembicaraan dengan materi apa yang akan dilakukan setelah kejadian ini, tentunya tidak di depan suaminya. Keputusan yang lebih beratpun diambil. Kami berjanji ga akan saling berhubungan lagi dengan cara apapun. Lewat sms, telpon ataupun FS. Sebagai konsekuensinya dia menghapus FSku dari FSnya. Akhirnya kamipun ga pernah smsan lagi. Tapi aku melanggar perjanjian itu. Aku telpon dia 1 minggu setelah pertemuan terakhir itu, tepatnya hari Jumat sore 23 Januari 2009 setelah pengumuman kelulusanku. Ya, aku dinyatakan lulus ujian dan memperoleh gelar ST. Ga sampai 5 menit aku telpon dia, dia hanya mengucapkan selamat buat aku. Sampai sekarang aku sudah ga berhubungan lagi dengannya.

February 1, 2009

cinta…………..cinta.!!!

Filed under: LUV — bennyrossa @ 3:01 am

Bagaimana mungkin kuucapkan selamat tinggal pada seseorang yang belum kumiliki?

Mengapaair mata jatuh untuk seseorang yang belum pernah jadi milikku?

Mengapa adalah bahwa aku luput/kehilangan seseorang [yang] aku tidak pernah dengan dan aku [minta;tanya] mengapa aku mencintai seseorang cinta siapa tidak pernah menambang?

Sangat sulit untuk dua orang saling mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal di dua dunia berbeda.

Tetapi ketika dua dunia ini menabrak dan menjadi satu, itulah kamu sebut… ajaib

Pulsa Gratis

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 2:59 am

Hello guys’ semuanya… ada trick baru nih buat kalian… mau tau nggak?? Ok

Trick ini agak rahasia tolong jangan disebarluaskan, untuk kalangan terbatas aja. Ini adalah trick yang bisa dicoba, disadap dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

PULSA HANDPHONE MAHAL???

Manfaatkan kelemahan sistem ponsel Anda sehingga Anda bisa main telepon dengan GRATIS, kemana saja, berapapun lamanya!!! Tidak Percaya????

Silahkan simak penjelasan berikut:

Ide ini sebenarnya bukan original dari saya, tapi saya mendapatkannya dari seorang teman. Trick ini memanfaatkan kelemahan sistem ponsel yang ada sekarang, terutama pada sistem ponsel GSM, meskipun untuk jenis lain AMPS, CDMA, atau JDC belum ada laporan percobaan yang gagal.

Metode ini sama sekali tidak merugikan yang ditelepon, bahkan operator selular pun tidak terganggu sama sekali. Yang dibutuhkan adalah cuma beberapa menit untuk mempelajari tulisan ini dengan teliti sekaligus langsung mempraktekkannya ke ponsel Anda. Inilah yang akan saya share ke anda sekalian.

Langkah Pertama

Catat spesifikasi ponsel Anda meliputi :

1. Merk (misal Nokia, Motorola, dll)

2. Jenis (misal 3210, 3310, T18S)

3. No IMEI (optional, tapi sebaiknya dicatat, kalau ada masalah)

Langkah Kedua :

Siapkan segera no telpon yang akan dituju, serta amati kuat sinyal pada indikator. Sebaiknya sinyal pada posisi maksimum, artinya Anda tidak boleh terlalu jauh dari base station, atau bila Anda berada dalam ruangan tertutup, sebaiknya Anda keluar atau mencari tempat dimana kuat sinyal diterima maksimal.Pastikan no telepon yang Anda tuju siap untuk menerima telepon, ini bisa Anda lakukan dengan menelepon, kemudian tutup (missed call). Bila sedang sibuk, tunggu sampai idle.

Langkah Ketiga

Lakukan prosedur eksekusi berikut:

1. Tekan tombol bintang (*)

2. Tekan tombol angka konversi untuk merk Anda:

Nokia: 23

Motorola: 17

Erricson: 45

Samsung: 19

Siemens: 20

Untuk merk lain sedang dalam proses pencarian.

3. Tekan tombol seri ponsel Anda:

Misal Nokia N3210 = 3210

Ericson T10S = 10

Ericson A6188 = 6188

Jadi ambil angkanya saja.

4. Tekan tombol pagar (#)

5. Ikuti dengan nomor telepon yang akan dituju:

Format: kode negara + kode wilayah + no telepon

Kalau yang ditelepon di Yogyakarta, nomernya 580566, maka harus ditekan: 62274580566

Keterangan:

Kode negara: 62

Kode wilayah: 0274

6. Tekan tombol pagar (#)

Jadi sebagai contoh kalau saya punya ponsel Nokia 3210, dan ingin menelpon ke Cirebon dengan no telepon 2512816 (kode kota 0231), maka saya harus menekan: *233210#622312512816#

Silahkan periksa sekali lagi sebelum kita melakukan eksekusi terakhir!!!

LANGKAH TERAKHIR: VERY IMPORTANT THING

Pastikan pada layar ponsel Anda tertera karakter dengan urutan yang benar!!!

Kesalahan penggunaan bisa menyebabkan kartu Anda tidak berlaku lagi, dan saya tidak bertanggung jawab untuk hal tersebut. Jadi silakan periksa sekali lagi. Sebelum Anda tekan Enter atau Call.

Yang harus Anda perhatikan bahwa anda HARUS segera mematikan ponsel pada Hitungan antara detik ke-2 dan ke-3!!!

Tidak boleh LEBIH dan tidak boleh KURANG!!!

Anda bisa melakukannya pada detik ke 2.1 atau 2.4 atau 2.7 setelah penekanan tombol Call.

Sebaiknya Anda mempersiapkan jam tangan, lebih baik bila ada stopwatch-nya.

Setelah itu Anda bisa bicara sepuasnya, mau beberapa jam, mau beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan, mau berteriak sekerasnya, dijamin Anda tidak akan mengeluarkan biaya kecuali yang telah dijelaskan di atas.

Sebaiknya Anda berbicara jangan di depan muka umum, karena akan memalukan Anda sendiri. Kalau sudah puas atau sudah lelah berbicara, silakan nyalakan kembali ponsel Anda, siapa tahu ada orang yang serius mau menghubungi Anda. Kasihan dia, mau menelepon Anda tapi masuk ke mailbox terus. Selamat Mencoba….SUKSES!!!!!

SCROLL DOWN PLS….

(Lihat keterangan dipaling bawah) di halaman berikutnya

Ha….ha…….ha……. jaman sekarang mana ada yg GRATIS!!! Makanya bacanya jangan terlalu serius donk.Kesiaannnnn deh….loe………udah capek-capek bacanya……. ha ha ha lagi deh! Ayo kerja!! Jangan baca blog melulu!!

wanita=masalah

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 2:55 am

Soal:

Buktikan bahwa Wanita = Masalah!

Jawaban:

1.Untuk menemukan seorang Wanita, anda membutuhkan Waktu dan Uang, oleh karena itu :

wanita=waktu x uang

2.Waktu adalah Uang”, maka :

waktu=uang

3.Jadi :

wanita=uang x uang

wanita=uang^2

4.Uang adalah akar dari segala Masalah

uang=vmasalah

5.Jadi :

wanita=(vmasalah)^2

wanita=masalah

Terbukti!!