when the time passed away…






         … ketika semua tercurah pada sebuah tulisan

December 29, 2008

Mewaspadai Dosa Kecil, Yakobus 3:16

Filed under: Religion — bennyrossa @ 5:17 am

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 29; Filipi 1; Ayub 38-39

Di Jeram Niagara, beberapa burung sering menukik mengambil air minum yang bersih. Tanpa mereka sadari, beberapa tetes air kecil jatuh di sayap mereka. Ketika hendak minum lebih banyak, tetesan air makin banyak jatuh ke sayap mereka sampai akhirnya mereka tidak kuat lagi dan tiba-tiba jatuh.

Iblis tidak selalu berusaha menjatuhkan kita dengan “dosa besar”. Acap kali ia memakai “dosa kecil” untuk membuat kita jatuh. Memang, dosa tersebut tidak serta merta membuat kita jatuh. Tetapi setelah terkumpul cukup banyak, kita akan mengalami kejatuhan yang fatal.

Salah satu “dosa kecil” adalah iri hati. Suatu hari Iblis menyuruh anak buahnya menggoda petapa dari Afrika Timur. Namun petapa yang sudah terlatih ini tidak mudah digoyahkan. Akhirnya Iblis turun tangan sendiri. Ia mendekati petapa itu dan berbisik,, “Saudaramu baru saja diangkat menjadi uskup.” Mendengar berita itu, seketika itu juga si petapa marah dan iri hati, “Mengapa bukan aku yang dipilih? Bukankah aku lebih senior, lebih cakap, dan lebih rohani?”

Iri hati merupakan senjata Iblis yang paling ampuh untuk mengalahkan orang yang mengejar kekudusan. Karena itu, jangan pernah izinkan hati ini dipenuhi oleh dosa-dosa kecil, karena jika kita tidak berhati-hati, dosa kecil itu justru akan berakibat fatal. Mari kita perangi dosa dengan berkata, “Tidak!” untuk setiap tawaran Iblis.

Waspadai apa saja yang Anda izinkan masuk dalam hati Anda karena itu menentukan kadar kemurniannya.

December 28, 2008

MAMAKU BOONG! ADA 8 MACAM, GANAS!!!

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 9:38 am

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna
sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong
mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
.
.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata:
“Makanlah nak, aku tidak lapar.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
.
.
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata: “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
.
.
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku
berkata:”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”
Ibu tersenyum dan berkata: “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
.
.
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:”Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
.
.
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata: “Saya tidak butuh cinta.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
.
.
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata: “Saya
masih punya uang.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
.
.
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku
tidak terbiasa.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
.
.
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata: “Jangan menangis anakku. Aku
tidak kesakitan.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
.
.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan: ” Terima kasih ibu !”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
.
.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika
dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar
kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah
dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di
kemudian hari.

Brrrrrr…

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 9:35 am

Tibalah saatnya Roberto Goizueta mengambil alih tampuk kepemimpinan Coca-Cola sebagai penerus si jenius Robert Woodruff. Sebagai CEO, Goizueta mewarisi perusahaan yang amat besar dengan jangkauan dunia mulai dari Patagonia hingga Portugal, dari Kolombia hingga Kathmandu. Saat itu Goizueta merasa mulai merasakan ada masalah besar dengan pasar yang telah penuh dan tak ada tempat tersisa baginya untuk membuat perusahaan bertumbuh.

Goizueta mengumpulkan top management yang ada dibawah komandonya untuk membahas tentang `soft drink’ nya yang telah sukses mendominasi dunia hingga kurangnya peluang untuk perluasan pasar. Fakta dan data berbicara bahwa Coca Cola telah menguasai 45% sebagai market leader dari total pasar soft drink di dunia. Dan itu berarti mereka telah merambah hampir ke seluruh pelosok dunia.

Goizueta terdiam cukup lama dan sesekali menatap tajam satu persatu team management-nya sampai kemudian dia bertanya:”Berapa banyak cairan yang dikonsumsi oleh manusia setiap harinya?” Direksi dan senior manager yang ada di ruangan tersebut terhenyak dan segera bergerak mengumpulkan data yang diminta sang bos.

Jawabannya adalah bahwa setiap manusia membutuhkan rata-rata 64 ons cairan setiap hari dan atas pertanyaan Goizueta berikutnya terkalkulasi bahwa dari sekian cairan yang dikonsumsi oleh manusia di dunia, ternyata hanya 2% yang terbuat dari Coca Cola.

“Saudara-saudara. . masih ada pasar sebesar 98% yang belum tergarap dan itu adalah peluang besar bagi kita untuk berkembang lebih besar lagi, taklukkanlah segera!” kata Goizueta.

Itulah momentum besar bagi team Coca Cola untuk mengobservasi tenggorokan setiap pelanggannya di seluruh dunia dan lebih optimis melihat peta dunia serta menjadikannya sedemikian fenomenal di era 80an.

P E N S I L

Filed under: refleksi — bennyrossa @ 9:33 am

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.

“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu” .

“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Pembaca, pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.

Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.

bersyukur

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 9:31 am

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang Kita gunakan dalam kehidupan sehari-Hari, tetapi seringkali Kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, Dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. ‘Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!’

‘Kerjaan gue  ditambahin melulu tiap Hari, padahal itu kan bukan ‘job-Des’ gue’

‘Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu’.

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering Kita mengeluh, maka semakin sering pula Kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja Dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa Kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan Dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan Dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif Dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman Kita, tetapi tidak akan membuat Kita memiliki lebih banyak teman Dan tidak akan menyelesaikan masalah Kita, bahkan bisa membuat Kita kehilangan teman-teman Kita.


Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Kita mengeluh? Kita mengeluh karena Kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan Kita. Bagaimana Kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, Kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang Kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat Kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang Ada di Indonesia ?

Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan Dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya
Kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak Dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah Dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap Hari setidaknya satu kali sehari.

Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah Mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar Dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka Mata Anda, tersenyumlah Dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.


3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh Dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif Dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

‘Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.’


P.S.: Saya bersyukur karena Anda telah membaca blogini Dan saya akan lebih bersyukur lagi jika Anda mengcopy dan mengirimkan ini ke rekan-rekan Anda sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain bersyukur

wew, ada kiriman pantun .. tapi mengarah ke S(A)RA agama

Filed under: refleksi — bennyrossa @ 9:28 am

Haleluya, Allahu Akbar

Bila jalan di semak belukar
hati-hati digigit ular
Bila Islam dan Kristen bertengkar
yang menang orang yang ingkar

Kalau sampai tergigit ular
rasa sakitnya seperti terbakar
Kalau menang orang yang ingkar
semua agama segera bubar

Setelah sakit seperti terbakar
badan menggigil sampai tak sadar
Kalau semua agama sudah bubar
dunia pun jadi kampung bar-bar

Usai menggigil sampai tak sadar
tak lama kau pun jatuh terkapar
Dalam dunia yang jadi kampung bar-bar
tak lagi ada Haleluya atau Allahu Akbar!

Jika dirimu sudah terkapar
ke seluruh nadimu bisa menjalar
Jika tiada lagi Helluya dan Allahu Akbar
bumi dan semesta pun berhenti berputar

Di seluruh nadimu bisa menjalar
tak lagi ada yang bisa jadi tawar
Sedetik saja semesta tak berputar
Semua yang ada musnah terbakar

Saat tiada yang bisa jadi tawar
ke liang lahat jasadmu diantar
Saat semua telah musnah terbakar
tiada guna sesal diujar

*****
Sebelum ke liang lahat jasadmu diantar
mumpung masih guna sesal diujar
di dadamu biar kasih dan iman mekar
di langit di bumi damai menebar

Ingat bagaimana Bapak kita, Ibrahim, gemetar
suami Ibu-ibu kita, Sarah dan Hajar
Membayangkan kelak setelah tahun dan abad bertukar
turunan yang sama-sama diberkati itu malah sibuk bertengkar

Mari buktikan ketakutannya tak benar
dengan berlaku bak saudara kembar
Duduk sebaris berdiri sejajar
tak merasa lebih besar apalagi paling benar

Haleluya, Allahu Akbar
Puji Dia yang Maha Besar.

SMS Cinta yg menakhlukkan HATI

Filed under: LUV — bennyrossa @ 9:22 am
Tags: ,

(1) Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, ‘Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?’

(2) Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih!

(3) Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu.

(4) Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku… akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.

(5) Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal.

(6) Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu.

(7) Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.

(8) Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya.

(9) Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

(10) Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!

(11) Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.

(12) Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu

(13) Wah, ini angka sial. Udah dulu ya… Soal sms-sms itu, ga usah nanya dari mana sumbernya, selama Anda bisa membuatnya datang dari hati.

(14) Plis aku butuh bantuan kamu. Soalnya, kunci buat membuka pintu kebahagiaanku, ga tau napa, ada padamu.

(15) Ketika mencintaimu, aku mendapat kekuatan. Mendapat cintamu, aku beroleh keberanian. Kamu wonderwoman, yang membuatku ngerasa jadi superman. Kalimat terakhir bisa dibalik sesuai keperluan. Atau diulang, kalo kamu berdua makhluk sejenis, kek kasus Ryan :D.

(16) Ayolah tinggal sesukamu di dalam hatiku. Janji, aku ngga bakalan ngutip uang kontrakan.

(17) Cintaku denganmu memang tak akan berkahir bahagia, karena yang kutawarkan untukmu adalah cinta yang tak punya akhir.

(18) Izinkan aku membaca nada-nada di dalam jiwamu, untuk kunyanyikan saat kau mungkin sudah lupa lirik-liriknya.

(19) Katanya orang bisa jadi bodoh karena cinta, tapi aku ngga peduli itu. Aku cuma mikir, betapa bodohnya mantanmu, yang berhenti mencintaimu.

(20) Kau begitu kucinta, hingga ketika bersamamu mati seperti bisa kutunda, dan tanpamu, hidup serasa tiada guna.

(21) Senyummu seperti sebuah undangan buat imajinasiku, untuk terbang sejauh-jauhnya, berkembang seliar-liarnya.

(22) Aku tak pernah tau kebahagiaan sesungguhnya, sampai ketika aku mendapatkan cintamu. Dan aku tak pernah tau derita sebenarnya, sampai aku kini kehilangan itu. Terima kasih telah mengenalkanku pada kedua rasa yang tak akan kulupa.

(23) Jika aku ngga bisa mencintaimu seperti yang kamu inginkan, bukan berarti aku ngga mencintaimu dengan semua yang kupunya.

(24) Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu, atau menangis dalam perih derita, karena tak bisa lebih dari itu.

(25) Di antara jemarimu, diciptakan ruang kosong, agar ada tempat untuk diisi oleh jemariku.

(26) Jangan bilang kamu mencintaiku, kecuali dengan kesungguhan. Karena bisa saja aku melakukan hal yang paling gila, dengan mempercayainya.

(27) Memikirkanmu, aku jadi malas tidur. Soalnya, hidupku kini jauh lebih indah dari impian manapun.

(28) Aku selalu berusaha tak menangis karenamu, karena setiap butir yang jatuh, hanya makin mengingatkan, betapa aku tak bisa melepaskanmu.

(29) Kamu ga pernah bisa kuusir dari pikiranku. Ya udah, mungkin tempatmu emang di sana.

(30) Ketika kamu menutup diri, aku tau bukan untuk membuatku pergi. Kamu cuma ingin tahu, apakah aku cukup kuat untuk membukanya. (Yang ini sok PD kekna ya)

(31) Aku sadar, mencintaimu sama saja menyerahkan padamu kekuatan untuk menghancurkanku. Tapi aku percaya, kau tak akan menggunakannya untuk itu.

(32) Kamu tau, napa aku sedih tadi malam? Aku duduk di dekat seseorang yang paling berarti buatku, namun aku sadar baginya aku mungkin tak berarti apapun. (Yang ini, kalo dia punya rasa dikiiiit aja, pasti dibales deh).

(33) Tak mungkin aku berhenti mencintaimu. Aku hanya bisa belajar hidup tanpamu.

(34) Aku ingat kamu ketika seneng, karena aku selalu ingin berbagi kebahagiaan denganmu. Ingat kamu ketika sedih, karena kamu orang yang selalu mengerti perasaanku. Ingat kamu ketika ketawa ato nangis, karena kamu selalu membuat tawaku semakin lebar, dan membuat air mataku berhenti keluar.

(35) Walau kau buat aku menangis, aku tetap mengkhawatirkan keadaanmu. Walau kau semakin acuh, aku malah makin merindukanmu. Bahkan jika kau sebenarnya telah beralih kepada yang lain, aku akan berusaha berbahagia untukmu.

(36) Gimana kalo kita berdua jadi komplotan penjahat: Aku mencuri hatimu, dan kamu mencuri hatiku…

(37) Mereka bilang waktu akan mengobati semuanya. Masalahnya, tanpa kamu di sini, waktu seperti berhenti.

(38) Kamu membuatku tersenyum, tanpa sebab apapun. Membuatku tertawa, walau tak ada yang lucu. Sialnya, kamu juga membuatku jatuh, pada saat aku semestinya menjauh.

(39) Aku tak mungkin bisa mengatasi semua masalah yang menimpamu. Tapi aku janji, bakal selalu bersamamu untuk menghadapinya.

(40) Tadi malem, pas mikirin kamu, air mataku netes. Aku nanya napa dia keluar. Katanya, “Ada yang penting banget kykna di mata kamu, segitu pentingnya sampe ga ada tempat buat aku. Ya udah, mending aku keluar aja”

(41) Hari ini aku menangis bukan karena merindukanmu, atau mendambamu kembali. Tapi karena akhirnya aku sadar, aku bakal baik-baik saja tanpamu.

(42) Napa aku ga pernah bisa membencimu, saat kamu buat perasaanku tercabik-cabik?

(43) Dulu aku heran, napa orang sampe berantem ‘hanya’ karena cinta. Trus aku inget muka kamu, dan tiba-tiba, aku merasa siap menghadapi Perang Dunia Ketiga.

(44) Sejujurnya, kadang aku sembunyi, karena ingin kamu temukan. Menjauh karena ingin kamu ikuti. Menangis karena ingin kamu tenangkan. Menjatuhkan diri, karena ingin kamu tangkap.

(45) Aku pengen bersamamu cuma pada dua waktu: SEKARANG dan SELAMANYA.

(46) Jangan GR deh. Aku kangen kamu sedikit aja kok. Sedikit berlebihan maksudnya.

tunggu lanjutannya…..

memahami wanita (belajar dari pengalaman bersama ni_chan)

Filed under: LUV — bennyrossa @ 9:17 am
Tags:

Jangan dikira ini pasti ajakan mulia ya. Dalam teori perang juga ada doktrin: pahami musuhmu, sehingga kau tau kelemahannya, dan kau temukan cara mudah menghancurkannya.

Yang jelas, memahami adalah syarat awal terpenting, baik untuk memuliakan dan membahagiakan, maupun menista dan menghancurleburkankan.

Untuk mencuri hati seorang wanita, kau hanya perlu tau apa yang akan membuatnya tersenyum. Namun jika berniat menyimpan hasil curian itu lebih lama - atau justru meremukkan dengan segera - cari tau apa yang akan membuatnya menangis.

Wanita sebenarnya tak perlu sampai mengeluarkan air mata untuk lelaki mana pun. Tak ada lelaki yang pantas mendapatkannya. Kalaupun ada, dia pasti lelaki yang tak akan membuat wanitanya menangis.

Tapi itu teori. Prateknya, seringkali seseorang yang semestinya menghapus air matamu, justru orang yang membuatmu menangis sejadi-jadinya.

Ketika wanita diam, seribu hal sedang berlarian dalam benaknya.

Ketika wanita memilih tak mendebat, dia sedang berpikir sangat dalam.

Ketika wanita memandangmu dengan tatap penuh tanya, yup dia memang sedang bertanya, berapa lama lagi waktumu tersisa untuknya.

Ketika wanita menjawab, “Gapapa, aku baik-baik aja,” tapi setelah sekian detik tertunda, dia sama sekali ngga baik-baik aja.

Ketika wanita menatapmu tajam, dalam hatinya dia sedang membentakmu, “Kok tega sekali kamu berbohong!”

Ketika wanita bersandar di bahumu, dia sedang berharap kau bisa jadi miliknya selamanya, namun dia tau itu tidak akan terjadi.

Ketika wanita meneleponmu (hampir) setiap hari, dia sedang meminta sedikit saja perhatianmu.

Ketika wanita meng-sms-mu lebih sering lagi, dia sedang memintamu membalasnya, paling tidak sesekali.

Ketika wanita mengatakan, “Aku mencintaimu…”, beda denganmu, karena itu berisi kesungguhan.

Ketika wanita mengatakan, “Aku ngga bisa hidup tanpamu..”, dia sudah menyerahkan masa depannya untukmu.

Dan ketika wanita mengatakan, “Aku merindukanmu…”, tak ada siapapun di dunia ini yang bisa merindukanmu lebih dari itu.

December 3, 2008

berhasil mengalahkan

Filed under: refleksi — bennyrossa @ 6:58 pm

fuih…

akhirnya aq bisa mengalahkan perasaanQ untuk selalu menghindar di pelayanan Campus Christmas semalam……

setelah seharian penuh bergumul…..

akhirnya rasa BERAT itu sudah menghilang, berganti dengan SUKACITA…

TUHAN memang LUAR BIASA