7 DOSA PORNOGRAFI
Dusta 1 : “Saya tidak akan pernah bebas dari kecanduan pornografi dan seks yang saya alami sekarang”
Kebenaran : Yesus telah mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia, sehingga kita BISA bebas dari dosa apapun yang membelenggu kita. Yesus mampu memberikan kebebasan dan hidup baru dalam kekudusan (2 Korintus 5:17). Seburuk apapun dosa kita, Yesus memiliki pengampunan dan Dia mampu menyucikan kita. Darahnyalah yang telah membasuh dosa kita. Ada harapan dalam Yesus! (Ibrani 6:17-20)
Dusta 2 : “Pornografi dapat membantu kehidupan seksual dalam pernikahan saya”
Kebenaran : Pornografi memuat nafsu yang justru menghancurkan kehidupan seksual dalam penikahan. Nafsu dapat meracuni pernikahan dengan rasa kesenangan sementara yang ditawarkannya. Tinggal tunggu waktu saja sampai keadaan makin memburuk. Sifat alami nafsu yang tidak pernah puas akan membuat anda ‘mencari kepuasan lebih’ saat pasangan anda tidak bisa memenuhi nafsu anda.
Dusta 3 : “Saya tidak bisa hidup tanpa pornografi dan dosa seks”
Kebenaran : Iblis berusaha meyakinkan anda bahwa anda tidak bisa hidup tanpa dosa yang mengikat anda sekarang. Kebenarannya ialah dosa membuat hidup rohani anda mati. Hidup yang sesungguhnya dimulai justru ketika anda bebas dari dosa. Kita BISA hidup tanpa dosa! (Roma 13:14). Memulai kehidupan seksual yang murni dalam Tuhan akan membuat hidup kita indah. Seks adalah hadiah Tuhan bagi pasangan menikah, bukan untuk �siapa saja�. Tantangan bagi yang belum menikah ialah menunggu dalam kekudusan.
Dusta 4: “Tuhan tidak mau menerima saya karena saya jatuh terus dalam dosa”
Kebenaran: Spesialiasi iblis ialah pada penuduhan dan putus asa. Ketika dia menarik anda dalam dosa, dia akan menyatakan bahwa kita tidak akan pernah bebas. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak akan mampu menyenangkan hati Tuhan. Yesus telah mati agar kita didamaikan dengan Tuhan dan Tuhan tidak akan pernah menolak kita jika kita mau bertobat. Justru saat kita bertobat dan dibebaskan, kita bisa menjadi kesaksian hidup yang bisa menolong orang lain dengan kejatuhan yang sama.
Dusta 5: “Pornografi tidak menyakiti siapapun”
Kebenaran: Pornografi merusak penikmatnya. Amsal 6:27 mengatakan “Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?”, jawabannya ialah tidak! Pornografi akan membuat kita terbakar oleh nafsu yang dapat membawa ke berbagai kehancuran dalam segi kehidupan kita. Bukan hanya diri sendiri yang akan hancur, tetapi orang lain yang mengasihi kita juga akan hancur hati karena ini. Seseorang yang pasangannya terlibat pornografi, akan kehilangan kepercayaan terhadap pasangannya itu. Dan sangat sulit untuk membangung kepercayaan itu kembali.
Dusta 6: “Menikah akan menghentikan kecanduan pornografi saya”
Kebenaran: Pernikahan dapat membuat kecanduan pornografi makin parah, serta bisa merusak kehidupan seksual dalam pernikahan. Alasan utamanya karena adanya keterikatan terhadap gambar porno dan masturbasi/onani. Kehidupan seksual dalam pernikahan yang sebenarnya dirancang Tuhan sebagai sesuatu yang indah dan berdasarkan cinta. Nafsu yang tercipta dalam pornografi dan cinta adalah 2 hal yang berbeda. Seorang pecandu pornografi harus berhenti total dari kecanduannya sebelum menikah.
Dusta 7: “Tuhan tidak perduli dengan apa yang saya lakukan terhadap tubuh saya”
Kebenaran: Tuhan sangat perduli dengan apapun yang anda buat terhadap tubuh anda karena tubuh anda ialah bait Allah. 1 Korintus 6:12-20 akan menjelaskan secara spesifik tentang fungsi tubuh dalam hubungannya dengan seksualitas. Seks akan menyatukan kita secara spiritual dengan orang yang berhubungan seks dengan kita. Melakukan dosa seks merupakan pencemaran terhadap kemuliaan Tuhan atas diri kita.