October 22, 2008
October 13, 2008
mencintai dan dicintai
Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki. Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknya.
Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri.. justru sahabat sejati menjadi semakin jauh.. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya.
Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing masing, semua berbeda.. tidak ada yang memiliki arti yang sama persis punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain.. dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati.
Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima manusia lain.
Percaya kepada Tuhan.. bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik… sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusiaNya butuhkan, tidak harus saat ini, masih ada esok hari.
belajar…
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai. Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.
Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya.
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.
Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya.
Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya.
Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain….,
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.
Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,
dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya.
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, t
api semua itu tergantung dari diri mereka sendiri.
Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan.
Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda.
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.
Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati.
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.
Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai.
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.
Selamat belajar , semoga kamu sadar.. !!
Love doesn’t make the world go round. Love is what makes the ride worth while.
October 10, 2008
semua karena anugerahNYA
Surat dari SAHABAT
Sahabat-Ku yang terkasih, Aku mengasihimu. (Yohanes 15:9)
Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. (Yesaya 43:1)
Sebelum Aku menciptakan engkau, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau lahir, Aku telah menguduskan engkau. (Yeremia 1:5)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. (Yohanes 15:16)
Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3)
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia (Yesaya 43:4)
Masakan Aku membiarkan engkau? Kasih-Ku padamu terlalu besar. (Hosea 11:8)
Aku sangat mengasihimu hingga aku disalibkan di Kalvari. Aku mati untuk engkau, dan bila engkau percaya pada-Ku, engkau akan memperoleh kehidupan kekal. (Yohanes 3:16)
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Aku tak dapat melupakan engkau (Yesaya 49:15)
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13)
AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. (Matius 28:20)
Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku. (Yohanes 14:1)
Akulah yang menolong engkau. (Yesaya 41:14)
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau. Kesukaran yang kau hadapi tidak akan menghanyutkanmu. Pencobaan berat yang datang tak akan mencelakakanmu. (Yesaya 43:2)
Sekalipun engkau berjalan dalam lembah kekelaman, janganlah takut karena Aku bersamamu. Gada-Ku dan tongkat-Ku menghiburmu. Aku akan memimpinmu di jalan kebenaran.. (Mazmur 23)
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
Damai sejahtera yang Kuberikan padamu melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu. (Filipi 4:7)
Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan takut dan tidur dengan nyenyak. (Amsal 3:24)
Sebab Aku membiarkan engkau beristirahat dengan aman. (Mazmur 4:8)
Sebab mata-Ku tertuju pada mu dan memberikan pengharapan padamu. (Mazmur 33:18)
Engkau akan beroleh jalan masuk. Di dalam kasih karunia ini engkau berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2)
Aku akan memberikan sukacita dan damai sejahtera. Bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. (Yesaya 55:12)
Mungkin kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yohanes 16:22)
Rambut kepalamupun terhitung semuanya, jadi jangan takut akan segala sesuatu. (Matius 10:30)
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu. (Yesaya 54:10)
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
Maka datanglah sahabat-Ku terkasih, datanglah. Aku akan membawamu dalam keheningan dan Aku akan berbicara dari hati ke hati. Aku benar dan setia. Aku akan menunjukkan kasih-Ku yang tak berubah dan menjadikan engkau kepunyaan-Ku selalu. Aku akan menepati janji-Ku, dan engkau kemudian akan mengenal-Ku sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya. Aku adalah Aku. (Keluaran 3:14)
Aku adalah TUHAN, Allahmu (Hosea 13:4)
Sahabatmu yang setia,
Yesus
P.S.: Aku tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
October 7, 2008
BANGKIT DARI KEGAGALAN
20 BERKAT
Kisah Baut Kecil
October 4, 2008
“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”
“Jalan pintas” atau “budaya instant” rasanya menjiwai cukup banyak orang Indonesia , entah secara pribadi maupun organisatoris. Anak-anak sekolah, pelajar atau mahasiswa tidak atau jarang belajar tetapi ingin cepat lulus, maka lalu menyontek; muda-mudi ingin cepat-cepat menikmati hubungan seks sehingga ketika hamil lalu menggugurkan; ingin cepat makan atau minum maka pilih makanan atau minuman dalam kemasan, padahal belum tentu sehat, maka mudah sakit-sakitan; ingin segera memperoleh masukan atau pendapatan besar, maka tambang atau hutan dijual, dst.. Dampak dari semuanya itu antara lain nampak dalam (1) aneka kekayaan tambang dikuasai oleh perusahaan luar negeri dan bangsa Indonesia menjadi penonton, (2) tiadanya penghargaan terhadap penelitian-peneliti an dari pemerintah, maka para peneliti mencari sponsor beaya dari luar negeri dan dengan demikian hasil penelitian yang terjadi di Indonesia,yang pertama-tama menikmati dan memanfaatkan adalah para sponsor dari luar negeri, dst.. Karena kita kurang berani mengelola dan mengurus sendiri aneka macam kekayaan alam dan bumi maupun para pakar ilmu pengetahuan, maka aneka kekayaan alam dan bumi serta keterampilan para pakar ilmu pengetahuan ‘diambil dari tengah-tengah kita dan dinikmati oleh orang lain’. Kiranya cukup banyak pakar/ahli aneka ilmu pengetahuan, para sarjana atau doktor, karena kurang dihargai bekerja di dalam negeri maka mereka lebih senang atau memilih bekerja di luar negeri.
“Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu” (Mat 21:42 -43)
Cara berpikir atau paradigma manusia memang berbeda atau bahkan sering berlawanan dengan ‘cara berpikir atau paradigma’ Tuhan. Apa yang dinilai remeh, rendah atau tak berarti dalam hidup biasa di ‘mata dunia’ atau orang yang bersikap mental materialistis adalah sangat berarti atau bermakna di dalam Tuhan. Kebenaran ini antara lain dapat dicermati di masa Libur Idul Fitri/Lebaran yang baru berlalu atau masih berlangsung saat ini, dimana para pembantu rumah tangga atau buruh dan tenaga kasar minta cuti untuk mudik. Anggota keluarga harus kerja keras untuk mengurus kebutuhan rumah tangga atau keluarga, seperti kebersihan, cucian dst.. atau terpaksa membayar mahal tenaga pengganti di masa libur ini. Berbagai sarana permainan anak-anak dan kebutuhan rumah tangga berantakan gara-gara tidak ada pembantu. Perusahaan-perusaha an dan aneka usaha produksi tutup, tidak berjalan dan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dll.. Dalam kesempatan dan pengalaman macam itu kiranya kita merasakan betapa pentingnya peran pembantu rumah tangga atau buruh dan tenaga kasar di dalam hidup sehari-hari.
“Batu penjuru” adalah penopang kekuatan sebuah bangunan, yang diletakkan di dasar bangunan, di dalam tanah dan kiranya tidak kelihatan . Hidup bersama kita, entah di dalam keluarga, masyarakat maupun tempat kerja bagaikan ‘bangunan’ , maka marilah mawas diri: ‘siapa atau apa’ yang menjadi ‘batu penjuru’ hidup bersama bagi kita. Kalau kita cermati hidup bersama kita kiranya yang menjadi ‘batu penjuru’ adalah cintakasih, yang harus dihayati dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan atau tenaga. Bukankah para pembantu rumah tangga atau buruh atau pekerja kasar yang baik dari kelemahan dan kerapuhannya telah menghayati cintakasih itu dalam kerja dan pelayanannya? Maka kami berharap dan menghimbau kepada kita semua untuk menghargai dan memperhatikan para pembantu rumah tangga, buruh atau pekerja kasar sebaik mungkin. Marilah kita lihat dan akui aneka macam keajaiban yang terjadi dalam kinerja dan pelayanan para pembantu rumah tangga, buruh atau tenaga kasar, yang berjasa berpartisipasi membangun dan merawat bangunan, entah bangunan phisik seperti gedung-gedung tinggi atau keluarga dan kantor yang cukup besar secara diam-diam.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu “(Flp 4:6-8)
Kita semua dipanggil untuk berpikir dengan penuh syukur tentang semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Rasanya apa yang kita pikirkan kemudian pasti akan kita lakukan atau usahakan, dan dengan demikian mempengaruhi atau menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita di manapun dan kapanpun. Kami berharap dan menghimbau agar kebiasaan cara berpikir yang demikian itu terjadi dan hidup di dalam keluarga, yang menjadi sel atau inti dan dasar hidup bersama bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jangan remehkan dan pandang rendah panggilan hidup berkeluarga. Ingat dan kenangkan, lebih-lebih bagi para suami dan isteri, ketika anda berdua masih dalam masa pacaran atau tunangan; rasa apa yang diserukan Paulus di atas untuk memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, dst.. pernah terjadi dan hidup dalam diri anda berdua. Maka hendaknya cara berpikir itu terus diperdalam, dikembangkan dan disebarluaskan di dalam hidup berkeluarga.
Berpikir tentang semua yang benar, semua yang mulia dst..rasanya juga pernah dialami oleh semua ‘calon’, entah calon pelajar/mahasiswa, calon pegawai/pekerja, calon imam/bruder/ suster, calon pejabat atau kepala daerah atau pemimpin, dst.. Dengan kata lain kita semua telah memiliki pengalaman memikirkannya serta mengusahakannya, maka hendaknya jangan berhenti berpikir tentang semua yang benar. semua yang mulia, dst.. dalam tugas pekerjaan dan panggilan atau jabatan dan fungsi yang anda miliki saat ini. Kita semua dipanggil untuk menghayati impian Yesaya ini: “Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.”(Yes 5:1-2)
Kita semua adalah yang terkasih dan dengan demikian yang lain, siapapun adalah ‘kekasihku’. Marilah hidup hidup saling mengasihi agar cara hidup dan cara bertindak kita ‘menghasilkan buah anggur yang baik’, apa-apa yang baik sehingga kita semua di dalam keadaan baik, sehat wa’afiat dan segar bugar baik secara phisik maupun spiritual, cerdas beriman. Allah telah menciptakan bumi seisinya dalam keadaan baik adanya, maka marilah bumi dan segala isinya kita rawat dan kelola atau urus sebaik mungkin demi kebahagiaan dan kesejahteraan seluruh umat manusia di bumi ini.
“Mengapa Engkau melanda temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya. Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini, batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu” (Mzm 80:13-16)