Waktu dan Jiwa
Satu… dua… langkah kaki
Satu… dua… detik jantung berlalu
Akhir cabang yang selalu satu
Tiap bola – bola api kehidupan
Menemui sang air di dasar lembah
Terus bergilir rintik jejak – jejak
Terpampang membentang di cakrawala
Banyak ranting putih dan hitam
Sinar kelam dan gemerlap
Salah… benar… satu demi satu
Perubahan dari tunas ke lapuk
Tik – tok selalu menghantui
Tiap berbunyi berkurang sedikit
Makin terus makin menggunung
Sampai mencapai batas akhir
Tak terbendung, jatuh menimbun
Saat itu lampu akan padam
Nyanyian dan lambaian menghilang
Hitam kelam bersambut putih bersih
Tidak ada yang dapat kembali
Akan dijemput senyum terkasih
Tidak ada yang dapat kembali
Takdir terus berputar
Menentukan waktu redupnya sang jiwa