when the time passed away…






         … ketika semua tercurah pada sebuah tulisan

February 11, 2009

The Calling: An Architech is a Tentmaker(?)

Filed under: refleksi — bennyrossa @ 12:22 pm
Tags: , ,

Sekarang aku sudah memasuki dunia yang baru. Dunia yang belum pernah ku alami setiap kali aku mengalami kelulusan. Dunia kerja. Sudah seharusnya aku bekerja setelah sekian lama belajar, sejak usia 4 tahun sampai 24 tahun. Sepertiga dari usiaku sudah kuhabiskan untuk menempuh pendidikan formal. Tapi, aku ga tau mau ke mana aku setelah aku lulus ini. Bekerja di dunia sekuler atau sebagai full timer, aku belum mendapat kepastian. Sulit untuk memutuskan mana yang akan kupilih. Jika aku bekerja di dunia sekuler, sebagai arsitek misalnya, aku akan menghabiskan sebagian waktuku untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Walaupun itu akan mendapat hasil yang setimpal, uang banyak. Tapi, jika aku memutuskan untuk menjadi full timer untuk melayani Tuhan, banyak orang yang akan menganggap semua yang telah aku lakukan ini sia-sia. Terlebih orang tuaku. Kalo akhirnya cuma mau jadi pendeta/penginjil, kenapa dulu masuk arsitektur? Sudah berapa banyak uang keluar dari pendaftaran masuk, biaya kuliah dll, sampai biaya wisuda.

Memang, sudah sejak SMP dulu aku punya terpanggil untuk jadi Pastor. Aku hampir melanjutkan ke seminari ketika aku lulus SMP, tapi ga jadi karena menurut orang tuaku aku ga akan bisa tinggal jauh dari mereka. Aku pun melanjutkan sekolah di kota yang sama di mana aku tumbuh. Begitu juga ketika lulus SMA, aku ga boleh kuliah di luar kota. Begitulah kehidupanku yang selalu berada di kota ini.

Namun aku kembali diingatkan akan kerinduanku untuk mewartakan Kabar Sukacita. Walaupun sudah ga mungkin lagi untuk menjadi Pastor, tapi aku dibukakan sesuatu hal yang menurutku baru, yaitu tentmaker. Aku sempat berpikir, apa sih hubungannya tentmaker dengan arsitek? Masa sudah lulus kuliah di arsitektur cuma mau jadi tukang kemah/pembuat tenda? Tapi apa yang kupikirkan ternyata berbeda dengan yang Tuhan mau.

Istilah “tentmaker” sebenarnya muncul dari kehidupan St. Paulus. Ia terkadang membuat kemah untuk mencukupi kebutuhan selama ia mewartakan Injil. Walaupun St. Paulus diurapi dan diutus untuk mewartakan Injil, ia tidak dibiayai oleh gereja/lembaga di dalam pelayanannya. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya ia bekerja. “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.” (1 Tes. 2:9). Dalam perkembangannya, istilah “tentmaker” diterapkan pada misionaris yang bertugas ganda (bivocational). Namun hal ini terkesan bahwa pekerjaan yang disandangnya hanya sebagai kedok untuk menyembunyikan jatidiri sebagai misionaris dari orang-orang di sekitarnya. Perkembangan selanjutnya, istilah “tentmaker” diartikan sebagai “professional missionaries” yang memenuhi dua panggilan, yaitu sebagai profesional sekaligus sebagai misionaris. Atau istilah lainnya “bussionaries”, kombinasi kata bisnis dan misionari. Setiap bidang pekerjaan dapat menjadi peluang “Misi Tentmaker”. Dalam pelayanan “tentmaker” tidak perlu terjadi dikotomi. Maksudnya bukan menjadi pengusaha di saat bekerja dan menjadi pelayan firman pada hari Minggu, tapi bekerja sebagai pengusaha yang menghadirkan Injil.

Memang seharusnya seorang “tentmaker” memandang pekerjaannya bukan sebagai tanda status atau suatu jalan menuju sukses (dalam hal duniawi), tapi sebagai sebuah kunci untuk membuka pintu ke sebuah negri yang tertutup bagi pendekatan-pendekatan misioner tradisional. Akan lebih mudah seorang dokter yang menginjil kepada setiap pasien yang datang ketika berobat, daripada seorang misioner yang menginjil di daerah terpencil/daerah yang belum mengenal Kristus. Akan lebih diterima oleh orang banyak ketika kita datang sebagai orang yang memiliki identitas pekerjaan daripada orang yang memiliki identitas penginjil. Maksudnya, orang akan lebih menerima kita sebagai seorang manajer perusahaan atau seorang pedagang untuk membuat relasi dengan kita. Dan setelah relasi itu terjalin dan adanya kepercayaan dan keterbukaan, kita dapat menghadirkan Injil dari hubungan tersebut. Yang diperlukan dunia saat ini adalah orang-orang percaya yang bersedia mencari suatu pekerjaan khusus atau menggunakan ketrampilan yang ada supaya dapat menjangkau orang dengan Injil. Pastinya pekerjaan itu berhubungan dengan banyak orang dan “terpandang”. Walaupun pekerjaan itu berhubungan dengan banyak orang, seperti tukang bakso/tukang ojek, orang tidak akan percaya dengan apa yang kita sampaikan karena banyak orang menganggap orang-orang yang bekerja sebagai tukang bakso/tukang ojek tidak cukup terpandang. Tentu saja sangat sulit seseorang dapat menerima apa yang akan disampaikan (dalam hal ini Injil). Bidang kerja yang lain juga bisa menjadikan Injil sebuah peristiwa dan pengalaman “Kabar Baik” bagi penerimanya. Itulah yang menjadi inti “Misi Tentmaker”.

Inilah yang kudapat di saat akhir masa studiku di kampus dan ketika aku akan masuk ke dalam dunia pekerjaan. Sebagai orang yang bekerja di dunia sekuler pun kita tetap dapat mengabarkan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.

February 5, 2009

KU TAK SUKA KISAH INI

Filed under: LUV — bennyrossa @ 10:41 am
Tags: , ,

dimana kau selama ini
bidadari yang ku nanti
kenapa baru sekarang
kita dipertemukan

sesal takkan ada arti
karna semua tlah terjadi
kini kau tlah menjalani, du du du du du
sisa hidup dengannya

reff:
mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu sepenuh hati
maafkan aku

kesalahanku melewatkanmu
hingga kau kini dengan yang lain
maafkan aku

jika terulang kembali
kau tak akan terlewati
segenap hati ku cari, du du du du du
dimana kau berada

repeat reff

walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu, mendengarmu
kau lah yang terhebat

SO7 yang terlewatkan

Aku Benny. Karena lagu itu aku jadi teringat ketika aq lulus SD. Hiks… sebenarnya bukan karena kelulusannya, tapi karena seseorang yang hilang setelah aku lulus.

Selama TK-SD aku ikut antar-jemput setiap berangkat dan pulang sekolah. Ini karena orang tuaku terlalu protektif dalam menjagaku. Tapi karena aku ikut antar-jemput, aku jadi kenal dengan teman-teman dari kelas lain yang rumahnya di sekitar Sampangan, tempat tinggalku. Kebanyakan yang ikut antar-jemput itu anak cewek. Bisa ditebak, aku punya perasaan suka sama seorang cewek berambut panjang itu. Namanya Jatty.

Jatty bukan teman sekelasku. Selama di SD, dia kelas C sedangkan aku kelas B. Jadi kami hanya bisa bertemu saat pulang sekolah, saat ekskul, saat di antar-jemput. Ketika di mobil antar-jemput Jatty selalu duduk di hadapanku. Jadi setiap saat selama perjalanan pulang aku selalu melihat dia, bla… bla… bla… Seneng seeh walau cuma sebentar ngobrol sama dia. Soalnya dia yang paling awal turun dari mobil antar-jemput karena rumahnya paling dekat dari skul.

Tapi ternyata rasa itu tak terungkap. Setelah lulus SD awal Juni 2007, gossipnya Jatty pindah ke luar kota, ke Bandung. Sedangkan aku tetap di Semarang. Sejak dari TK-SD-SMP-SMA, sampai kuliah aq di Semarang. Aku ga boleh sekolah/kuliah di luar kota. Katanya seeh ortuku ga percaya kalau aku akan bisa hidup jauh dari mereka. Jadi seumur hidup aku ada di Semarang. Bosen? Pasti donk. Siapa seeh yang ga ngerasa bosen seumur hidup tinggal di kota kelahirannya.

Singkat cerita, sejak kelas 3 SMA aku sering maen internet. Bikin akun di banyak situs pertemanan. Salah satunya ya FS ini. Suatu saat aku iseng mencari nama temen-temen lama. Aku selalu ingat nama lengkap temen-temen lamaku apalagi temen SD, coz aku tiap hari selalu dengerin guru waktu nge-absen murid-muridnya. Biarpun di FS banyak yang ga pake nama asli/nama lengkapnya, aku nemuin banyak temen SD-SMP. Salah satunya Jatty. Namanya tertulis lengkap di FS: Geneveva Jatty Puspaningtyas. Geneveva nama baptisnya, kalo Puspaningtyas nama belakangnya. Aku ingat karena nama belakangnya sama persis dengan nama adekku, Angelina Rosita Puspaningtyas.

Aku seneng banget bisa nemuin dia. Tapi setelah lama aku add FSnya, baru akhir-akhir ini, saat aku udah hampir lulus kuliah akhirnya diapprove sama dia. Aku sering kasi komen ke Jatty tapi ga pernah dibales. Mungkin karena dia jarang nge-net. Akupun ninggalin nopeku di komennya. Suatu hari, akhir tahun 2008 (setelah 11 tahun 6 bulan) dia sms aku. Aku seneng banget. Kamipun sering telpon/smsan, ga jarang sms mesra dengan panggilan sayang/cinta. Ternyata dia ada di Semarang ketika dia kuliah. Dia kuliah di PTN nomer 1 sedangkan aku di PTS no 1 juga. Memang seeh, saat itu aku baru sibuk dengan PAA(tugas akhir)ku, tapi aku selalu luangin waktubuat dia. Aku pun ragu ketika liat Fsnya statusnya menikah. Masa seeh dia udah kawin??? Padahal umurnya baru sekitar 22.

Suatu siang di hari Sabtu 10 Januari 2009 dia berencana pulang ke Semarang. Coz saat itu dia baru “KKN” di daerah Jepara. Akupun berinisiatif ngajak ketemuan. Akhirnya malam minggu kami ketemu. Aku diminta dia untuk jemput di kosan temennya di daerah Gergaji. Setelah cari alamatnya kamipun cari tempat untuk makan malam. Kami makan malam di suatu café di daerah Tembalang. Tempatnya cukup romantis, dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, udara yang dingin dan lembab (abis ujan soalnya). Ternyata ga banyak yang beda dari diri Jatty, hanya saja rambutnya sekarang pendek.

Dari pertemuan yang sangat singkat itu kami banyak bercerita tentang pengalaman yang akhir-akhir ini terjadi pada diri kami masing-masing. Dia juga cerita klo dia udah nikah, udah punya anak yang sekarang usia balita. Seperti tebakanku, dia nikah karena dia hamil duluan dengan seseorang yang usianya 1 ½ kali dari umurnya. Aku sangat menyesali hal itu. Aku juga nyesel, knapa aku gak ungkapin perasaanku sebelum berpisah (walopun mungkin kedengerannya aneh, cinta minyet). Yang paling aku sesali knapa aku cuma cari dia lewat FS aja, ga coba datangi rumahnya yang dulu ditinggalinya selama SD, karena sekarang dia masih tinggal di tempat yang sama seperti saat masih SD dulu.

Pernah terpikir untuk membuat hubungan perkawinan dia dan suaminya berakhir. Tapi masa aku harus bunuh suaminya??? Karena pernikahan mereka secara katolik, dan di dalam pernikahan katolik ga ada kata cerai. Hanya Tuhan yang bisa menceraikan dengan cara memanggil salah satu dari mereka dalam suatu kematian. Selama 1 minggu setelah pertemuan itu hubungan kami makin mesra, walau hanya di sms/telpon aja. Kalian tau donk, klo cewek tuh emang seneng diperhatiin. Apalagi dia baru KKN, jauh dari keluarga. Malam minggu berikutnya kami nge-date lagi. Kali ini ketemuannya lebih lama. Dari siang menjelang sore kami udah nonton di E-Plaza, nonton “Perempuan Berkalung Sorban”. Di film itu ada adegan dimana ketika seorang istri berzinah dengan pria yang bukan muhrimnya maka dia akan diceraikan oleh suaminya dan mereka dirajam sebagai hukumannya. Ngeri… warisan peraturan sejak zaman nabi-nabi masih diberlakukan di zaman sekarang dalam film itu.

Setelah selesai kami mencari tempat makan, sekalian ngobrol. Coz selama nonton kami ga banyak ngobrol. Hanya sesekali aja, itupun cuma ngomentari film. Akhirnya kami makan di daerah Pleburan. Di tempat itulah kami banyak berbicara, dari hati ke hati. Sampai pada suatu saat obrolan kami menyentuh permasalahan pokok, yaitu hubungan seperti ini (ketemuan tanpa izin dari suami dan bisa dibilang perselingkuhan) mau diterusin atau cukup sampai malam ini aja.

Bagiku hal ini sangat berat. Aku ga rela kalo harus berakhir seperti ini. Tapi aku sadar, hubungan ini sangat terlarang. Tapi ma gimana lagi… dia udah ada yang punya, bukan pacar lagi, tapi suami. Ga mungkin aku tega ngerusak rumah tangga orang yang aku sayangi. Apalagi dia sudah punya anak, hasil dari cinta Jatty dengan pacarnya dulu, yang sekarang jadi suaminya.

Ketika kami akan meninggalkan café tempat kami makan, Jatty bilang padaku kalo lebih baik kita cukup berteman aja. Dia juga bilang kalo aku ga usah terlalu berharap lagi karena dia sudah bersuami dan dia juga ga akan memberi harapan lagi seperti yang lalu-lalu.

Perlu kalian tau, pada pertemuan yang pertemuan yang pertama aku nganterin dia pulang cuma sampai di depan gang aja. Tapi kali ini aku minta kalo aku mau nganterin dia sampai depan rumah dan kalo boleh aku minta dikenalin sama suami dan anaknya. Diapun mengiyakan permintaanku.

Sampai di rumahnya, aku dipersilakan masuk dan dikenalkan dengan suaminya. Aku dikenalkan sebagai teman lama.Memang saat itu udah larut, tapi kami masih melanjutkan pembicaraan dengan materi apa yang akan dilakukan setelah kejadian ini, tentunya tidak di depan suaminya. Keputusan yang lebih beratpun diambil. Kami berjanji ga akan saling berhubungan lagi dengan cara apapun. Lewat sms, telpon ataupun FS. Sebagai konsekuensinya dia menghapus FSku dari FSnya. Akhirnya kamipun ga pernah smsan lagi. Tapi aku melanggar perjanjian itu. Aku telpon dia 1 minggu setelah pertemuan terakhir itu, tepatnya hari Jumat sore 23 Januari 2009 setelah pengumuman kelulusanku. Ya, aku dinyatakan lulus ujian dan memperoleh gelar ST. Ga sampai 5 menit aku telpon dia, dia hanya mengucapkan selamat buat aku. Sampai sekarang aku sudah ga berhubungan lagi dengannya.

February 1, 2009

cinta…………..cinta.!!!

Filed under: LUV — bennyrossa @ 3:01 am

Bagaimana mungkin kuucapkan selamat tinggal pada seseorang yang belum kumiliki?

Mengapaair mata jatuh untuk seseorang yang belum pernah jadi milikku?

Mengapa adalah bahwa aku luput/kehilangan seseorang [yang] aku tidak pernah dengan dan aku [minta;tanya] mengapa aku mencintai seseorang cinta siapa tidak pernah menambang?

Sangat sulit untuk dua orang saling mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal di dua dunia berbeda.

Tetapi ketika dua dunia ini menabrak dan menjadi satu, itulah kamu sebut… ajaib

Pulsa Gratis

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 2:59 am

Hello guys’ semuanya… ada trick baru nih buat kalian… mau tau nggak?? Ok

Trick ini agak rahasia tolong jangan disebarluaskan, untuk kalangan terbatas aja. Ini adalah trick yang bisa dicoba, disadap dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

PULSA HANDPHONE MAHAL???

Manfaatkan kelemahan sistem ponsel Anda sehingga Anda bisa main telepon dengan GRATIS, kemana saja, berapapun lamanya!!! Tidak Percaya????

Silahkan simak penjelasan berikut:

Ide ini sebenarnya bukan original dari saya, tapi saya mendapatkannya dari seorang teman. Trick ini memanfaatkan kelemahan sistem ponsel yang ada sekarang, terutama pada sistem ponsel GSM, meskipun untuk jenis lain AMPS, CDMA, atau JDC belum ada laporan percobaan yang gagal.

Metode ini sama sekali tidak merugikan yang ditelepon, bahkan operator selular pun tidak terganggu sama sekali. Yang dibutuhkan adalah cuma beberapa menit untuk mempelajari tulisan ini dengan teliti sekaligus langsung mempraktekkannya ke ponsel Anda. Inilah yang akan saya share ke anda sekalian.

Langkah Pertama

Catat spesifikasi ponsel Anda meliputi :

1. Merk (misal Nokia, Motorola, dll)

2. Jenis (misal 3210, 3310, T18S)

3. No IMEI (optional, tapi sebaiknya dicatat, kalau ada masalah)

Langkah Kedua :

Siapkan segera no telpon yang akan dituju, serta amati kuat sinyal pada indikator. Sebaiknya sinyal pada posisi maksimum, artinya Anda tidak boleh terlalu jauh dari base station, atau bila Anda berada dalam ruangan tertutup, sebaiknya Anda keluar atau mencari tempat dimana kuat sinyal diterima maksimal.Pastikan no telepon yang Anda tuju siap untuk menerima telepon, ini bisa Anda lakukan dengan menelepon, kemudian tutup (missed call). Bila sedang sibuk, tunggu sampai idle.

Langkah Ketiga

Lakukan prosedur eksekusi berikut:

1. Tekan tombol bintang (*)

2. Tekan tombol angka konversi untuk merk Anda:

Nokia: 23

Motorola: 17

Erricson: 45

Samsung: 19

Siemens: 20

Untuk merk lain sedang dalam proses pencarian.

3. Tekan tombol seri ponsel Anda:

Misal Nokia N3210 = 3210

Ericson T10S = 10

Ericson A6188 = 6188

Jadi ambil angkanya saja.

4. Tekan tombol pagar (#)

5. Ikuti dengan nomor telepon yang akan dituju:

Format: kode negara + kode wilayah + no telepon

Kalau yang ditelepon di Yogyakarta, nomernya 580566, maka harus ditekan: 62274580566

Keterangan:

Kode negara: 62

Kode wilayah: 0274

6. Tekan tombol pagar (#)

Jadi sebagai contoh kalau saya punya ponsel Nokia 3210, dan ingin menelpon ke Cirebon dengan no telepon 2512816 (kode kota 0231), maka saya harus menekan: *233210#622312512816#

Silahkan periksa sekali lagi sebelum kita melakukan eksekusi terakhir!!!

LANGKAH TERAKHIR: VERY IMPORTANT THING

Pastikan pada layar ponsel Anda tertera karakter dengan urutan yang benar!!!

Kesalahan penggunaan bisa menyebabkan kartu Anda tidak berlaku lagi, dan saya tidak bertanggung jawab untuk hal tersebut. Jadi silakan periksa sekali lagi. Sebelum Anda tekan Enter atau Call.

Yang harus Anda perhatikan bahwa anda HARUS segera mematikan ponsel pada Hitungan antara detik ke-2 dan ke-3!!!

Tidak boleh LEBIH dan tidak boleh KURANG!!!

Anda bisa melakukannya pada detik ke 2.1 atau 2.4 atau 2.7 setelah penekanan tombol Call.

Sebaiknya Anda mempersiapkan jam tangan, lebih baik bila ada stopwatch-nya.

Setelah itu Anda bisa bicara sepuasnya, mau beberapa jam, mau beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan, mau berteriak sekerasnya, dijamin Anda tidak akan mengeluarkan biaya kecuali yang telah dijelaskan di atas.

Sebaiknya Anda berbicara jangan di depan muka umum, karena akan memalukan Anda sendiri. Kalau sudah puas atau sudah lelah berbicara, silakan nyalakan kembali ponsel Anda, siapa tahu ada orang yang serius mau menghubungi Anda. Kasihan dia, mau menelepon Anda tapi masuk ke mailbox terus. Selamat Mencoba….SUKSES!!!!!

SCROLL DOWN PLS….

(Lihat keterangan dipaling bawah) di halaman berikutnya

Ha….ha…….ha……. jaman sekarang mana ada yg GRATIS!!! Makanya bacanya jangan terlalu serius donk.Kesiaannnnn deh….loe………udah capek-capek bacanya……. ha ha ha lagi deh! Ayo kerja!! Jangan baca blog melulu!!

wanita=masalah

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 2:55 am

Soal:

Buktikan bahwa Wanita = Masalah!

Jawaban:

1.Untuk menemukan seorang Wanita, anda membutuhkan Waktu dan Uang, oleh karena itu :

wanita=waktu x uang

2.Waktu adalah Uang”, maka :

waktu=uang

3.Jadi :

wanita=uang x uang

wanita=uang^2

4.Uang adalah akar dari segala Masalah

uang=vmasalah

5.Jadi :

wanita=(vmasalah)^2

wanita=masalah

Terbukti!!

January 5, 2009

amitha=anjing munafik idiot tolol haram anjing (lagi!)

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 7:57 am

anjing!
anjing!
akhirnya jelas juga sekarang!
lo memang bajingan!
udah punya tunangan masih mau jadian sama co laen!
ga bs liat co’ ganteng kaya gw, maen serobot aj…
akhirnya gw jadi korban!

Kusesali Untuk Dirimu

Sudah kuakui kesalahan
Yang pernah kubuat saat itu
Setulus hatiku
Kepadamu

Kusesali lagi diri ini
Yang tak pantas untuk dirimu
Tapi apa yang ku terima
Kau hancurkan penyesalan itu

Mungkin ini semua tak pantas
Kau lakukan dengan membalasku
Karena ternyata kau lebih dulu
Sakiti hati ini

Tapi tak mengapa
Karena hatiku tulus
Mencintai dirimu
Sampai akhirnya kau sadar
Aku yang terbaik

Takkan pernah ada
Sakit hati
Walupun kau tau
Ku terluka
Biarkanlah rasa ini
Kan kusimpan
Kan kusimpan
Kan kusimpan selamanya

aelmith(at)yahoo(dot)com

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 7:45 am

anjing!
anjing!
akhirnya jelas juga sekarang!
lo memang bajingan!
udah punya tunangan masih mau jadian sama co laen!
ga bs liat co’ ganteng kaya gw, maen serobot aj…
akhirnya gw jadi korban!

Kusesali Untuk Dirimu by(kerispatih)

Sudah kuakui kesalahan
Yang pernah kubuat saat itu
Setulus hatiku
Kepadamu

Kusesali lagi diri ini
Yang tak pantas untuk dirimu
Tapi apa yang ku terima
Kau hancurkan penyesalan itu

Mungkin ini semua tak pantas
Kau lakukan dengan membalasku
Karena ternyata kau lebih dulu
Sakiti hati ini

Tapi tak mengapa
Karena hatiku tulus
Mencintai dirimu
Sampai akhirnya kau sadar
Aku yang terbaik

Takkan pernah ada
Sakit hati
Walupun kau tau
Ku terluka
Biarkanlah rasa ini
Kan kusimpan
Kan kusimpan
Kan kusimpan selamanya

January 1, 2009

Pacaran Secara Kristen

Filed under: LUV, Religion — bennyrossa @ 11:54 am
Tags: ,
Tidak heran bahwa untuk mencapai tujuan yang agung, orang-orang Kristen bergaul dan berpacaran secara berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan …
Tidak heran bahwa untuk mencapai tujuan yang agung, orang-orang Kristen bergaul dan berpacaran secara berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan:
:
1. Proses Peralihan dari “Subjective Love” ke “Objective Love.”
“Subjective love” sebenarnya tidak berbeda daripada manipulative love yaitu “kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima”. Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima.
Sesuai dengan “sinful nature”nya setiap anak kecil telah belajar mengembangkan “subjective love”. Dan “subjective love” ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan sinful nature tsb, dan mengubah kecenderungan “subjective love” menjadi “objective love”. Yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima.

2. Proses Peralihan dari “Envious Love” ke “Jealous Love.”
“Envious” sering diterjemahkan sama dengan “jealous” yaitu cemburu. Padahal “envious” mempunyai pengertian yang berbeda. “Envious” adalah kecemburuan yang negatif yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya.

Sedangkan “jealous” adalah kecemburuan yang positif yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Tidak heran, kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang “jealous”, yang cemburu misal: 20:5).
Israel milik-Nya umat tebusan-Nya. Kalau Israel menyembah berhala atau lebih mempercayai bangsa-bangsa kafir sebagai pelindungnya, Allah cemburu dan akan merebut Israel kembali kepada-Nya.

Begitu pula dengan pergaulan pemuda-pemudi. Pacaran muda-mudi Kristen harus ditandai dengan “jealous love”.
Mereka tidak boleh menuntut “sesuatu” yang bukan atau belum menjadi haknya (seperti: hubungan seksuil, wewenang mengatur kehidupannya, dsb). Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, seperti kesempatan untuk dialog, pelayanan ibadah pada Allah dalam Tuhan Yesus, dsb.

3. Proses Peralihan dari “Romantic Love” ke “Real Love.”
“Romantic love” adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa “kehidupan ini manis semata-mata”. Muda-mudi yang berpacaran biasanya terjerat pada “romantic love”. Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misal: - apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?

- apakah dia memang orang yang begitu sabar, “caring”, penuh tanggung jawab seperti yang selama ini ditampilkan? - apakah realita hidup akan seperti ini terus penuh cumbu-rayu, rekreasi, jalan-jalan, cari hiburan)?

Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran Kristen tidak mengenal “dimabuk cinta”. Pacaran Kristen boleh dinikmati tetapi harus berpegang pada hal-hal yang realistis.

4. Proses Peralihan dari “Activity Center” ke “Dialog Center.”
Pacaran dari orang-orang non-Kristen hampir selalu “activity-center”. Isi dan pusat dari pacaran tidak lain daripada aktivitas(nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat ekreasi,dsb.), sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal.
Sedangkan pacaran orang-orang Kristen berbeda. Sekali lagi orang-orang Kristen juga boleh berekreasi dsb, tetapi “center”nya (isi dan pusatnya) bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh (Martin Buber, “I and Thou”, by Walter Kauffmann, Charles Scribner’s Sons, NY: 1970), sehingga hasilnya suatu pengenalan yang benar dan mendalam.

5. Proses Peralihan dari “Sexual Oriented” ke “Personal Oriented.”
Pacaran orang Kristen bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan seksuil. Orientasi dari kedua insan tsb, bukanlah pada hal-hal seksuil, tapi sekali lagi (seperti telah disebutkan dalam no. 4) pada pengenalan pribadi yang mendalam.
Jadi, masa pacaran tidak lain daripada masa persiapan pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi yang mendalam adalah “keharusan”. Melalui dialog, kita akan mengenal beberapa hal yang sangat primer sebagai dasar pertimbangan apakah pacaran akan diteruskan atau putus sampai disini. Beberapa hal yang primer tsb, antara lain:

a. Imannya.
Apakah sebagai orang Kristen dia betul-betul sudah dilahirkan kembali (Yoh 3:3), mempunyai rasa takut akan Tuhan (Amsal 1:7) lebih daripada ketakutannya pada manusia, sehingga di tempat-tempat yang tersembunyi dari mata manusia sekalipun ia tetap
takut berbuat dosa. Apakah ia mempunyai kehausan akan kebenaran Allah dan menjunjung tinggi hal-hal rohani?

b. Kematangan Pribadinya.
Apakah ia dapat menyelesaikan konflik-konflik dalam hidupnya dengan cara yang baik? Dapat bergaul dan menghormati orang-orang tua? Apakah ia menghargai pendapat orang lain?

c. Temperamennya.
Apakah ia dapat menerima dan memberi kasih secara sehat? Dapat menempatkan diri dalam lingkungan yang baru bahkan sanggup membina komunikasi dengan mereka? Apakah emosinya cukup stabil?

d. Tanggung-jawabnya.
Apakah dia secara konsisten dapat menunjukkan tanggung-jawabnya, baik dalam studi, pekerjaan, uang, seks, dsb.? Kegagalan dialog akan menutup kemungkinan mengenali hal-hal yang primer di atas. Dan pacaran 10 tahun sekalipun belum mempersiapkan mereka memasuki phase pernikahan.

Kegagalan dalam dialog biasanya ditandai dengan pemikiran-pemikiran:
1. Saya takut bertengkar dengan dia, takut menanyakan hal-hal yang dia tidak sukai.
2. Setiap kali bertemu kami selalu mencari acara keluar … atau kami ingin selalu bercumbuan saja.
3. Saya rasa “dia akan meninggalkan saya” kalau saya menuntut kebenaran yang saya yakini. Saya takut ditinggalkan.
4. Saya tidak keberatan atas kebiasaannya, wataknya bahkan jalan pikirannya asalkan dia tetap mencintai saya, dsb.

December 29, 2008

Mewaspadai Dosa Kecil, Yakobus 3:16

Filed under: Religion — bennyrossa @ 5:17 am

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 29; Filipi 1; Ayub 38-39

Di Jeram Niagara, beberapa burung sering menukik mengambil air minum yang bersih. Tanpa mereka sadari, beberapa tetes air kecil jatuh di sayap mereka. Ketika hendak minum lebih banyak, tetesan air makin banyak jatuh ke sayap mereka sampai akhirnya mereka tidak kuat lagi dan tiba-tiba jatuh.

Iblis tidak selalu berusaha menjatuhkan kita dengan “dosa besar”. Acap kali ia memakai “dosa kecil” untuk membuat kita jatuh. Memang, dosa tersebut tidak serta merta membuat kita jatuh. Tetapi setelah terkumpul cukup banyak, kita akan mengalami kejatuhan yang fatal.

Salah satu “dosa kecil” adalah iri hati. Suatu hari Iblis menyuruh anak buahnya menggoda petapa dari Afrika Timur. Namun petapa yang sudah terlatih ini tidak mudah digoyahkan. Akhirnya Iblis turun tangan sendiri. Ia mendekati petapa itu dan berbisik,, “Saudaramu baru saja diangkat menjadi uskup.” Mendengar berita itu, seketika itu juga si petapa marah dan iri hati, “Mengapa bukan aku yang dipilih? Bukankah aku lebih senior, lebih cakap, dan lebih rohani?”

Iri hati merupakan senjata Iblis yang paling ampuh untuk mengalahkan orang yang mengejar kekudusan. Karena itu, jangan pernah izinkan hati ini dipenuhi oleh dosa-dosa kecil, karena jika kita tidak berhati-hati, dosa kecil itu justru akan berakibat fatal. Mari kita perangi dosa dengan berkata, “Tidak!” untuk setiap tawaran Iblis.

Waspadai apa saja yang Anda izinkan masuk dalam hati Anda karena itu menentukan kadar kemurniannya.

December 28, 2008

MAMAKU BOONG! ADA 8 MACAM, GANAS!!!

Filed under: Uncategorized — bennyrossa @ 9:38 am

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna
sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong
mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
.
.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata:
“Makanlah nak, aku tidak lapar.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
.
.
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata: “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
.
.
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku
berkata:”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”
Ibu tersenyum dan berkata: “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
.
.
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:”Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
.
.
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata: “Saya tidak butuh cinta.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
.
.
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata: “Saya
masih punya uang.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
.
.
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku
tidak terbiasa.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
.
.
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata: “Jangan menangis anakku. Aku
tidak kesakitan.”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
.
.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan: ” Terima kasih ibu !”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
.
.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika
dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar
kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah
dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di
kemudian hari.

Next Page »